Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

LSM Jaksi Akan Segera Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Bos Oleh Kepala SMPN 1 Sukatani


Bekasi, Lintas Dunia Online. Sekretaris Jenderal LSM  Jaringan Anti Korupsi Seluruh Indonesia  (JAKSI ) Victor N akan segera melaporkan  Kepala SMPN 1 Sukatani , yang diduga telah melakukan  menyimpangkan Dana Bos Sekolah.

Dengan Besarnya nominal angka yang diduga tidak jelas dan tidak tepat sasaran, sehingga membuat pihaknya   berniat melaporkan Kepala SMPN 1 Sukatani   kepada pihak Penegak Hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Cikarang  terkait dugaan tidak pidana korupsi, paparnya

Victor   mengatakan, bahwa dirinya melihat angka-angka yang di nilai ganjil di Pelaporan Anggaran Dana Bos Reguler Tahunnya 2020 dimana ada beberapa item yang bahkan nilainya sangat besar dan selalu terulang di setiap tahapnya.


“Saya menilai ada keganjilan dari pelaporan pihak Sekolah, karena kita sama-sama tahu bahwa satu tahun lamanya bisa  dikatakan tidak ada aktifitas tetapi dalam pelaporan anggarannya sudah di cairkan diantaranya anggaran  Extrakulikuler dimana nilainya Rp 129.469.000 yang terbagi menjadi tiga tahap." Ucapnya.

Masih dipelaporan anggaran dana Bos tahun 2020 pihaknya juga menyebutkan Dugaan Sementara terkait dengan, Pemeliharaan sekolah dimana itu ada tiga tahap pencairan dan nilainya lumayan besar senilai Rp. 111.104.000 . 

"Kami juga melihat kejanggalan juga ada kegiatan Administrasi kegiatan  sekolah nilainya pun cukup besar mencapai Rp. 333.863.000  ." Terangnya.

“Yang saya heran, setiap kali kami mencoba untuk lakukan komunikasi dengan Bapak  Tosan  selaku Kepala Sekolah yang bersangkutan selalu mengarahkan kepada humasnya, tentu hal ini menjadi pertanyaan besar bagi kami, ada apa oknum ini selalu menghindar,” tegas Victor

“Padahal sudah jelas, itu uang Negara. Sesuai UU KIP No 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik pengelola uang negara mesti terbuka terhadap publik,” 

Victor menyayangkan atas perilaku  kepala sekolah ini yang lebih memposisikan diri sebagai " Paranormal" karena bisa membaca pikiran manusia dari pada menjadi tenaga pendidik (Kepsek). (Exson)