Wow, Ada Pungli di SDN 16 Kota Serang, Orang Tua Siswa Mengeluh dan Minta Uang Dikembalikan
Kota Serang, Lintasdunia.online Sejumlah orang tua siswa SDN 16 Kota Serang, Banten mengeluhkan adanya Pungutan untuk pembiayaan tak terduga yang diminta pihak sekolah sebesar Rp 370 ribu.
Biaya yang dijadikan wajib dibayar tersebut berdalih untuk pemenuhan kebutuhan siswa kelas VI (Enam) yang berjumlah 38 siswa pasca ujian nasional beberapa waktu lalu.
Dikatakan RP, salah satu orang tua siswa kelas VI (Enam) kepada lintasdunia.online menceritakan, Wali kelas VI (Enam) yang akrab disapa Ibu Guru Agi sebelumnya mengundang orang tua siswa Kelas VI (Enam) SDN 16 Kota Serang via pesan singkat Whatsapp Grup, bahwa akan digelar rapat orang tua siswa bersama komite, membahas kelulusan Siswa.
Kata RP, dalam rapat yang dihadiri orang tua siswa dan komite itu tidak lain adalah membahas soal biaya yang menurutnya sangat berat untuk direalisasi, terlebih di kondisi sekarang ini.
RP juga mengaku hingga kini belum melunasi iuran kolektif itu, lantaran tidak memiliki uang.
"jangankan untuk bayar iuran itu, untuk biaya melanjutkan anak saya ke tingkat SMP aja sekarang ini masih mikir, dari mana biayanya," kata RP, ditemui Di kediamannya, Kamis 16/06/2022.
Mengutip dari ketikberita.com, dalam pemberitaannya, Rabu 15 Juni 2022, menyebut pihak Sekolah SDN 16 Kota Serang Ditengarai telah melakukan Pungutan untuk biaya Acara Perpisahan Kelas VI (Enam) tahun ajaran 2021-2022.
Pihak Sekolah pun mengklaim jika uang yang dipungut tersebut sudah dikembalikan kepada orang tua siswa.
Namun Kata RP, tudingan itu tidak tepat. Karena, sambung dia, pihak sekolah melalui Guru Agi menyampaikan bahwa Pungutan uang itu akan digunakan disejumlah item yang disebut oleh guru Agi untuk pemenuhan kebutuhan siswa, diantaranya, biaya Sampul Raport, Ijazah, Biaya pemantapan belajar jelang ujian nasional yang nantinya akan diberikan kepada guru pengajar. Kemudian, akan dibelikan 1 unit Infokus atau Proyektor, dan kenang kenangan untuk guru.
"Dalam rapat tidak disebutkan dana yang dikumpulkan dari orang tua siswa itu akan digunakan untuk biaya acara perpisahan," ungkapnya.
Dia juga membantah adanya pengembalian uang dari pihak sekolah ke semua orang tua siswa kelas VI (Enam), khususnya bagi yang sudah lunas.
" itu tidak ada, dan setahu saya setelah beritanya viral, orang tua siswa justru mempertanyakan, kapan pihak sekolah mengembalikan uang itu, dan kepada siapa," kata ibu dua anak itu kepada wartawan.
Terpisah, Kabid Pendidikan Organisasi Masyarakat Solidaritas Merah Putih (SOLMET) Agus Maladi mengatakan, tindakan melakukan Pungutan dengan mengatasnamakan kebutuhan siswa itu sangat tidak relevan, pasalnya, siswa yang akan hijrah ke tingkat SMP atau ke kelas 7 itu tidak mendapat manfaatnya, karena sudah tidak mengenyam di Sekolah itu.
Selain itu, lanjut Agus, apa pun bentuknya pihak sekolah dilarang melakukan Pungutan uang kepada orang tua siswa, terlebih untuk membeli Infokus atau alat penunjang belajar yang dikemudian hari alat yang dibeli hasil memungut dari orang tua siswa tersebut akan diinventarisir menjadi milik sekolah.
Agus pun menyayangkan, jika praktek Pungutan liar itu masih kerap terjadi di Sekolah yang notabenenya sebagai pengguna anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah, dan seharusnya pihak pengelola atau pengguna anggaran BOS tersebut patuh dan tunduk pada peraturan dan perundang undangan yang berlaku.
"Seharusnya pihak penyelenggara pendidikan patuh dan tunduk pada Peraturan dan perundang undangan, bukan sebaliknya," ujarnya.
Agus berharap agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan, dan dia juga mengimbau kepada pihak sekolah SDN 16 Kota Serang segera kembalikan uang yang sudah dipungut itu kepada orang tua siswa.
Kemudian agus juga meminta kepada Dinas Pendidikan Kota Serang untuk melakukan teguran kepada Kepala Sekolah SDN 16 Kota Serang, serta memberikan sanksi tegas agar tidak kembali terulang kasus serupa.
"Saya minta kepada Dinas Pendidikan menegur dan memberikan sanksi tegas kepada Kepala sekolah yang memimpin sekolah itu," tegasnya. Tni/red.

