Kurang Okjektif dan Akurat, Humas SMPN 1 Tambun Selatan Sayangkan Pemberitaan Beberapa Media Online
Kab. Bekasi, Lintas Dunia Online. Humas SMPN 1 Tambun Selatan, Giyatna membantah keras pemberitaan di beberapa media Online yang tergabung dengan salah satu forum Organisasi Wartawan Bekasi terkait undangan untuk klarifikasi pemberitaan yang dimuat sebelumnya.
Giyatna mengaku tidak pernah mengundang forum Organisasi Wartawan untuk klarifikasi akan tetapi pihak mereka yang mengagendakan dengan indikasi "paksaan" untuk melakukan pertemuan dengan pihak sekolah dalam hal ini humas.
"Sekjen Organisasi Wartawan ini yang mengirimkan pesan WhatsApp dengan sedikit bahasa "paksaan" agar ketemu dengan saya untuk konfirmasi ataupun klarifikasi terkait pemberitaan mereka," ujar Giyatna, Minggu (09/04).
Dilanjutkan Giyatna, agar pemberitaan yang beredar ke depan tidak lagi simpang siur, maka kami beri tempat untuk konfirmasi langsung pada pengurus Komite dan perwakilan orang tua murid," ujar Giyatna
"Saya sangat menyesalkan pemberitaan yang dimuat, niatan baik saya masih di cap 'jelek' sama pimpinan organisasi dan jajarannya yang terus memojokkan pihak sekolah, bak menyalahkan Humas dan Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab sekolah," katanya.
Giyatna melanjutkan dalam pemberitaan yang dimuat dibeberapa Media yang semua Redaksi sama persis bahwa saya membenturkan dengan Komite dan perwakilan orang tua murid itu jelas jelas tidak berdasar. "Karena kegiatan adalah hasil swadaya masyarakat bukan APBN atau APBD maka otomatis peran komite dan perwakilan orang tua murid untuk menjelaskan kepada rekan rekan media supaya semua jelas " tuturnya.
"Jangan mengarang berita, jika mengaku profesional, harusnya bekerja, meliput dan menyajikan berita, secara profesional. Jangan sesatkan pembaca dengan berita opini," tutup Giatna.
Mengetahui hal ini, pegiat dunia Pendidikan, Herman P.S, S.Pd angkat bicara. Ia menyayangkan sikap pimpinan organisasi tersebut yang secara tendensius mengangkat berita tanpa mengakomodir Statement dan jawaban Komite dalam sejumlah berita yang ditayangkan awak media yang tergabung pada organisasi itu.
"Kita sangat menyayangkan pemberitaan yang isi dan judul berita-beritanya hampir sama persis. Kami melihat rekan-rekan media yang tergabung dalam forum atau organisasi wilayah Bekasi itu seperti diarahkan Ketuanya. Menurut pengetahuan kita, wartawan itu kan propesi bersifat independen. Menulis berita sesuai apa yang dilihat dan sesuai kata hatinya, bukan kayak diarahkan begitu," jelas Ketua Investigasi Nasional Coruption Watch (NCW) di Jakarta, kepada awak media baru-baru ini.
Demi menghargai rekan wartawan yang tergabung pada organisasi itu, lanjut Herman, minta agar awak media tidak menyebutkan nama organisasi.
"Sesama Social Control, kita tak sebut nama. Karena saya yakin, organisasi wartawan tersebut bertujuan baik. Mungkin hanya gegara 'kenakalan' beberapa orang yang masih bisa kita maklumi lah," sebut dia sembari berseloroh.
Sebagaimana diketahui pada sejumlah berita, menjadi catatan dan pertanyaan kenapa "Kepala Sekolah" selaku pengundang sekaligus penanggung jawab kegiatan study tour tidak hadir dalam pertemuan tersebut?
Kenapa hanya Ketua Komite dan beberapa orang tua siswa yang mengaku mewakili seluruh orang tua siswa serta beberapa siswa kelas 9 yang hadir?
Kenapa dalam pertemuan hanya Ketua Komite yang menyampaikan bahwa kegiatan study tour yang dilakukan SMPN 1 Tamsel adalah kemauan orang tua siswa?
Kenapa pihak sekolah seolah lepas tanggung jawab dan bahkan melalui Giyatna selaku Humasnya seolah-olah sengaja membenturkan para awak media dengan Komite Sekolah, Orang tua dan siswa?
Demikian ungkapan pemberitaan yang tergabung pada organisasi itu setelah usai menghadiri undangan tersebut.(Exson)


