Aliansi Masyarakat Anti Korupsi , Soroti Proyek P3A Diduga Kurang Maksimal
Serang, Lintasdunia.online. Banten. Pekerjaan P3A yang sedang dilaksankan oleh para ketua kelompok tani ,kota dan kabupaten se Provinsi Banten diduga kurang pengawasan di pengadaan barang janya. Dan kami menyambangi sekretariat Presidium Aliansi Masyarakat Anti Korupsi ( AMAK) Perwakilan Banten Angkat Bicara dengan mengatakan sebagai ketua presidium"
Febriyansah " kami meminta kepada Masyarakat, Media dan LSM untuk sama sama memantau kegiatan Pelaksanaan pekerjaan P3A yang sedang berjalan di Kota dan Kabupaten provinsi Banten, Yang mana kami lihat dalam teknik pekerjaan sebagian tidak sesuai teknik gambar dan juga di Pengadaan Barang Jasa nya seperti, matrial Pasir ,Batu Belah dan Semen yang kurang berkualitas dan Diduga belanja matrial dwngan harga murah tidak sesuai Rencana dan Perencanaan yang sudah di ditetapkan. Pasalnya dengan adanya kegiatan pekerjaan jasa Kontruksi seperti pemasangan Batu Saluran irigasi selama ini dikerjakan oleh kelompok tani, blakangan ini kurang nya pengawasan terutama di pengadaan barang jasa dan ada isu miring pada pencarian tahap 1 (satu) Sebesar RP. 135.000.000 Tersebut.
Lanjut " Febriyansah" kami harapkan kepada kelompok tani P3A dalam pelaksanaanya untuk mementingkan kualitas dan jujur dalam mengelola anggaran tersebut. agar dikerjakan sesuai anggaran yang sudah direncanakan. Jangan sampai para ketua kelompok Tani P3A jadi kena dampaknya Di kemudian hari seperti tahun tahun sebelumya. Kami sangat prihatin sudah mengerjakan dan menggunakan dana talangan pribadi dalam Pelaksanaannya dari awal sebelum keluar uang Tahap 1 (Satu) akan tetapi pas pencarian di diduga adanya Pemotongan yang diluar perencanaan. Pasalnya Tim investigasi kami Presidium Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Banten, terlihat banyak pelaksanaan yang Diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Belanja dan Harga satuan Barang Jasanya. Maka dengan ini kami akan mengawal kegiatan P3A Kota / kabupaten khususnya di wilayah Kota Serang dan akan kami lakukan pengaduan ke Balai Besar Wilayah Cidanau Ciujung Cidurian dan kementrian PUPR Republik Indonesia ke Jakarta.ungkapnya.
Tim media malakukan investigasi ke beberapa titik di lokasi Kelurahan Kasunyatan, Warung Jaud ,Terumbu dan Sawahluhur, dan lainya di kabupaten terlihat dalam pengerjaan nya kurang pengawasan dalam pengadaan Barang Jasanya dan pelajsanaan-nya . Maka dengan ini mari kita awasi benar bener agar tidak merugikan sepihak terutama ketua kelompok tani P3A. (*Tim*)



