Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pemilik Toko/ Ruko STC Serang Kecewa Tidak Bisa Bertemu Dengan Pimpinan Property


Serang, Lintasdunia.online. Puluhan  konsumen pemilik toko/ ruko STC datangi aula kantor Serang City untuk memperbincangkan terkait status toko/ruko  mereka di lingkungan STC yang sampai dengan saat ini tidak jelas pengelolaannya sehingga harapan pemilik toko sebagai invest. mendapatkan untung malah nol kontribusi. Sehingga dalam pertemuan harus menuai kekecewaan berat karena pimpinan Property STC atau Serang City tidak dapat hadir padahal jauh sebelumnya sudah di agendakan. Dan yang hadir pun hanya staff kantor dan rekannya tim yang menyampaikan pimpinan mereka tidak dapat hadir 20/06/2023.

Pembahasan pertemuan sekitar pengelolaan STC dimaksudkan mempertanyakan ke pihak Pimpinan property yang dalam MOU awal setelah di beli akan di anggap sebagai invest dan di kelola baik dan menghasilkan oleh property. Namun faktanya sudah bertahun2 tapi tidak ada hasil bahkan walaupun lahan parkir yang sekaligus menjadi aset konsumen (lingkungan yang punya toko/ ruko) di kontrakkan jadi warung yang diduga ada kontribusi tapi yang menikmati hanya pihak property.

Ketika diwawancarai ketua paguyuban terkait aksi/ pertemuan menyampaikan kedatangan mereka sebagai perwakilan pemilik toko/ ruko semua ingin mempertanyakan bagaimana pihak property tersebut sebagai pengelola aset tidak berhasil padahal banyak yang ingin mau masuk bermitra berbisnis namun  seolah-olah diduga seperti dihalang2 i, seperti pengusaha M10 ingin  bergabung tapi mentah, "Yah sebenarnya kita ingin mempertanyakan bagaimana pihak property ini mengelola toko/ ruko kami, kami kan invest disini kami udah beli, harapan kami ada hasil sudah kami beli rukonya namun perjanjian pengelolaan tidak sesuai dengan awal", imbuhnya. 

Para pemilik toko/ ruko juga menyampaikan sulitnya menemui Pimpinan perusahaan bahkan alamat kantor pusat pun staff tidak mau memberitahukan sehingga membuat semua pemilik toko/ ruko menjadi marah dan kesal. Dan menyampaikan pula jika tdk di tanggapi juga akan membawa anggota konsumen yang lebih besar.


Selain itu pengurusan dokumen peningkatan dari AJB ke sertifikat sulit karena berdalih pengurusan ada di pihak property.

Pergolakan yang sudah lama bertahun2 terjadi antara pemilik lahan kios/ ruko STC dengan manajemen Property STC Serang group Property menuai kekecewaan di pihak pemilik kios/ ruko karena dasar membeli kios atau ruko berharap bisa mendapat kontribusi atas pengelolaan aset oleh property namun tidak ada kejelasan.

Perwakilan Property Serang City melalui staffnya, ketika di wawancarai tim media, tidak menjawab atau tidak mau berkomentar. Sampai berita ini di turunkan pimpinan berjanji melalui WA ketua paguyuban akan turun untuk melakukan pertemuan mediasi dalam waktu dekat. (* Red).