Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Oknum Anggota Polda Banten Eksekusi/ Derek Mobil Innova Diduga Nunggak Cicilan & Menggunakan Plat Palsu


Banten, Lintasdunia.online.Kondisi perekonomian yang semakin sulit memaksa situasi dilapangan bisa membuat sikon semakin tidak menentu atau memanas, dan keras, terlebih didunia perleasingan ada-ada saja setiap hari nasabah/ konsumen  leasing ribut dengan Matel alias Mata Elang yang tidak segan2 memaksa secara kasar untuk mengambil kendaraan.


Hal yang sama juga terjadi di alami seorang nasabah/ konsumen leasing pemilik kendaraan Toyota kijang innova Sumarna (35) diduga karena kondisi ekonomi menurun sehingga tidak mampu membayar alias menunggak bbrp bulan. Dalam kondisi mencari solusi dan dana talangan mobil tiba2 harus berhadapan dengan tangan besi para  leasing alias matel perusahaan (Jasa penagihan) bagi konsumen yang nunggak. Namun matel diduga sudah mèlebihi kapasitas tugas sebagai penagih namun sudah  masuk pada dalam pengambilan paksa, yang sudah diluar SOP dengan hanya berdasarkan Surat Kuasa dari pihak Leasing ke Personal Penagih tanpa dilengkapi instansi dan Jabatan.


Kronologis yang dihimpun oleh tim media  terjadi yang di alami warga Smr (35thn) ketika mobilnya diparkir diwilayah kampus Universitas Falatehan tiba2 mobil di sergap dan mau di ambil paksa oleh pihak matel sehingga terjadi keributan antara tim Anggota matel dengan keluarga besar pemilik mobil. Dan untuk menghindari keributan besar di lokasi parkiran kampus yang dapat mengganggu kegiatan kampus maka pihak keluarga besar korban (pemilik mobil) membawa kendaraan ke polsek Kramat Watu dengan harapan adanya perlindungan dan mediasi.

Namun sekitar pukul 17.00 WIB kurang lebih ditengah2 saling berembuk dg masing2 tim tiba-tiba oknum anggota Polda Banten (SYM) , datang dan menginstruksikan kepada semua agar segera menyelesaikan perselisihan dan dikasih waktu 1 jam kurang lebih jika tidak mediasi akan menilang mobil dan membawa ke POLDA, "Ayo coba kerjasamanya mana itikad baiknya

Siapa yang bertanggung jawab atas mobil ini?
Ini ada pak imbuh perwakilan keluarga besar pemiliknya sambil menunjukkan an di kwitansi  pemilik mobil. Lanjut kasubdit "mana orangnya", sambil memandang mengawasi semua, "yah udah, mobil sy akan bawa ke kantor, jika tidak selesai, silahkan diselesaikan di kantor", imbuh kasubdit.

Tambahnya   lagi tolong lah jangan di persulit saya kasih waktu kl tidak selesai mobil ini sy akan tilang dan saya akan derek bawa ke polda", tegasnya.

Alasan Kasubdit Kamsel polda segera mengamankan mobil duduga karena kendaraan memakai plat palsu yang tidak Terdaftar di system samsat.
Selanjutnya  karena dua2 nya alot  akhirnya dari pihak keluarga Korban/ pemilik mobil mengusulkan agar di titipkan ke polsek. Untuk dijanjutkan musyawarah besok harinya. Akhirnya mobil di tinggal. Namun setelah beberapa jam pulang  pihak Kasubdit Kamsel POLDA bersama-sama pihak Matel Leasing akhirnya membawa mobil dengan menderek paksa dengan membuka paksa kaca dan pintu agar bisa di buka dan menetralkan persneling.

Ketika tim media mengkonfirmasi  pihak masyarakat  yang berada di lokasi Polsek mlm itu membenarkan bahwa mobil sudah di derek paksa sambil menunjukkan gambar/ video rekaman derek paksa 27/09/2023.


Ketua BN (Bela Negara) Banten Hj. TB. M. Sufi, ketika dikonfirmasi, menyampaikan sangat miris dan menyanyangkan atas tidakan Matel bersama anggota polda yang melakukan derek paksa membawa mobil, sudah tentu dilakukannya dengan merusak aksesoris pintu agar mobil atas nama pemilik Sumarna agar bisa di netralkan dan dibawa. Disampaikan  M. Sufi juga menduga kuat oknum anggota polda tersebut adalah sebagai mitra individu pihak matel  dan leasing karena dilapangan anggota polda ada kecenderungan ingin segera di derek kendaraan tersebut di bawa ke polda,  namun ketika tim media mencoba menemui Kasubdit anggota polda tersebut diruang kerjanya untuk memastikan apakah sebagai individu punya kedekatan, atau ada kerjasama individu dengan pihak matel blm berhasil di temui karena saat tersebut tdk ada di tempat.
Son/ Red.